Banjarmasin, 15 Oktober 2026 – Mengingat kondisi cuaca dan kualitas udara yang kian memburuk akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar, SMP Negeri 10 Banjarmasin bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi rutin bulanan edisi Oktober 2026. Kegiatan krusial ini dilaksanakan dengan khidmat bertempat di Aula SMP Negeri 10 Banjarmasin.
Rapat rutin yang dihadiri oleh seluruh dewan guru dan staf tata usaha ini dipimpin langsung secara kolaboratif oleh Kepala Sekolah, Ibu Dra. Suriasa, M.Pd, bersama Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Bapak Apriansyah, S.Pd. Agenda utama kali ini difokuskan pada mitigasi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga sekolah serta kesiapan teknis peralihan moda belajar.

Dalam arahannya, Ibu Dra. Suriasa, M.Pd menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan merupakan prioritas nomor satu di tengah situasi tanggap darurat asap ini. Oleh karena itu, sekolah mengambil langkah taktis untuk memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sementara waktu guna meminimalisir paparan udara buruk di luar ruangan. Beliau mengingatkan bahwa sebagai sekolah inklusi, pemantauan dan pendampingan khusus bagi siswa berkebutuhan khusus harus tetap berjalan intensif meski dari rumah.
Sementara itu, Bapak Apriansyah, S.Pd memaparkan agenda penting terkait perkembangan kurikulum pembelajaran di bulan Oktober ini. Fokus pembahasan meliputi evaluasi hasil asesmen belajar siswa, kesiapan administrasi mengajar guru, serta tindak lanjut dari program peningkatan kompetensi pembelajaran yang telah direncanakan agar sejalan dengan target capaian sekolah.
Melanjutkan hal tersebut, Bapak Apriansyah, S.Pd memaparkan kesiapan skenario kurikulum darurat selama masa PJJ di bulan Oktober ini. Pembahasan teknis meliputi optimalisasi penggunaan platform pembelajaran digital, pengaturan jadwal kelas virtual agar tetap proporsional dan tidak membebani siswa, serta metode asesmen berkala yang fleksibel namun tetap terukur.
Melalui pelaksanaan rapat rutin ini, seluruh dewan guru berkomitmen untuk memastikan kualitas pendidikan tidak menurun sedikit pun meskipun pembelajaran harus bergeser ke ruang-ruang digital. Dengan sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua di rumah, diharapkan tantangan situasi karhutla ini dapat dilewati dengan baik demi keselamatan bersama dan keberlanjutan masa depan akademis seluruh siswa SMPN 10 Banjarmasin.








